Yuma Soerianto, Bocah Berusia 10 Tahun yang Buat Kagum Bos Apple

Yuma Soerianto, Bocah Berusia 10 Tahun yang Buat Kagum Bos Apple

Indonesia merupakan negara kepulauan yang tak kekurangan orang orang cerdas di dalamnya, banyak orang yang mempunyai otak jenius sedang menimba ilmu di luar negeri, salah satunya adalah Yuma Soerianto, Bocah Berusia 10 yang telah membuat bos perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat, Apple Terkesan.

Seorang anak lelaki yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) bernama Yuma Soerianto, membuat kagum CEO Apple Tim Cook. Karena telah membuat aplikasi keren yang sudah di publikasikan di app store. Mengutip dari laman News.com.au

Keberhasilan bocah lelaki berusia 10 tahun tersebut merupakan sebuah rekor karena Yuma adalah pengembang aplikasi termuda di Worldwide Developer Converence (WWDC) di San Jose, California.

Dalam kesempatan itu, Yuma juga bertemu dengan Cook untuk menyampaikan beberapa gagasannya. Yuma tertarik dengan dunia coding sejak umur 6 tahun, ia berpikir kalau pelajaran di sekolah kurang menantang.

Akhirnya, anak yang bersekolah di Middle Park Primary School, Melbourne itu berhasil membuat aplikasi pertamanya pada tahun lalu.

Kini, Yuma memiliki lima aplikasi yang dapat diunduh di App Store. Aplikasi tersebut yakni Hunger Button, Let’s Stack, Kid Calculator, Weather Duck, dan Pocket Poke.

Namun, aplikasi yang mengesankan pemimpin Apple itu adalah aplikasi yang Yuma buat dalam penerbangan dari Australia. Aplikasi itu untuk membantu orangtuanya menghitung harga barang dengan menambahkan pajak penjualan lokal dan melakukan konversi mata uang saat mereka berbelanja souvenir perjalanan.

“Sangat keren, bagus sekali. Anda melakukan ini saat Anda berada di pesawat terbang dari Australia ke AS? Wow, Anda bisa membuat aplikasi dalam satu jam, Saya terkesan. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang Anda lakukan selanjutnya,” ungkap Tim Cook kepada Yuma.

Baca Juga  Fitur YouTube Premium

Meski masih berusia sepuluh tahun, Yuma sudah menjadi anak dengan memiliki ambisi besar, “Saya ingin menjadi Batman. Saya bercanda. Sebenarnya saya ingin membuat aplikasi yang bisa merevolusi dunia. Dan saya ingin mengajarkan dunia coding dan membuat orang berkode,” terangnya.