Tak Lakukan Kontak, Ilmuwan Anggap Alien Sedang Tidur
Sumber gambar: sindonews

Tak Lakukan Kontak, Ilmuwan Anggap Alien Sedang Tidur

Bila kita berbicara mengenai alam semesta tentu saja kita tahu terdapat milyaran galaksi yang memungkinkan banyak sekali planet yang berpotensi layak huni selain bumi, para ilmuwan terus melakukan penelitian mengenai fenomena tersebut, namun belum sampai sana.

Namun, baru baru ini para ilmuwan mengatakan sebuah penelitian yang mereka buat, karena menurut mereka (para ilmuwan) salah satu alasan alien cerdas/mesin cerdas tak melakukan kontak yaitu karena mereka sedang tidur alias berhibernasi dan menunggu alam semesta sampai mereka (alien) menganggap galaksi yang layak huni. Bahkan mereka beralih alien berpindah ke keberadaan berbasis digital.

Menjalani hidup sebagai mesin pasti memiliki banyak kelebihan, termasuk bisa mengolah informasi yang menurut mereka lebih cepat dan kurang rentan terhadap penyakit dan kematian. Namun, superkomputer yang mampu memproses sejumlah besar informasi diketahui lebih efisien pada suhu yang lebih rendah.

Sebab, sejumlah besar energi dibutuhkan untuk mendinginkan aktivitas pemrosesan mesin supercepat. Oleh karena itu, menurut para periset, lifeforms berbasis mesin cerdas telah memilih untuk pergi ke hibernasi sampai iklim alam semesta mulai mendingin.

Ilmuwan dari Universitas Oxford menyebut teori ini sebagai ‘hipotesis aestivasi’. “Jika sebuah peradaban ingin memaksimalkan perhitungan, tampaknya rasional untuk memberi semangat sampai masa depan yang jauh untuk memanfaatkan lingkungan dengan suhu rendah,” ujar para ilmuwan yang dipimpin oleh Dr Anders Sandberg, dalam Journal of British Interplanetary Society.

“Kami kemudian menyarankan ‘hipotesis aestivasi’, alasan mengapa kita tidak mengamati manifestasi peradaban alien adalah bahwa mereka saat ini (kebanyakan) tidak aktif, sabar menunggu masa depan kosmik,” lanjutnya seperti dikutip Daily Mail.

Tingkat radiasi latar belakang alam semesta saat ini 3 derajat Kelvin di atas nol, yang kata ilmuwan bisa sangat panas untuk kehidupan berbasis mesin. Saat alam semesta mengembang dan bintang-bintang mati selama jutaan tahun, kemungkinan suhu akan turun kembali sampai nol mutlak.

Para ilmuwan mengklaim, ini akan menjadi waktu yang ideal bagi alien untuk keluar dari hibernasi. Para peneliti menyarankan agar kita melihat berbagai proses termasuk bintang yang meledak ke dalam lubang hitam, angin galaksi kehilangan gas di ruang angkasa, serta tabrakan antara galaksi dan gugus galaksi membelah saat alam semesta mengembang.