Contoh Domain dan Subdomain: Memahami Konsep Dasar Penggunaan

Pengertian Domain dan Subdomain

Hello Sobat Teknohits, jika kamu sering berkecimpung di dunia website, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah domain dan subdomain. Domain adalah nama unik yang digunakan untuk mengidentifikasi alamat sebuah website di internet. Sedangkan subdomain adalah nama yang diletakkan di depan nama domain utama dan digunakan untuk membedakan halaman-halaman dalam website tersebut. Contohnya adalah subdomain “blog” pada website “www.teknohits.com/blog”.

Contoh Domain dan Subdomain

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan domain dan subdomain yang dapat kamu temukan di internet:

1. Domain Utama

Domain utama adalah nama domain yang digunakan oleh sebuah website untuk mengidentifikasi alamatnya di internet. Contohnya adalah www.google.com, www.facebook.com, www.youtube.com, dan lain sebagainya.

2. Subdomain untuk Blog

Banyak website yang memiliki blog sebagai salah satu fitur utamanya. Untuk membedakan halaman utama website dengan halaman blog, biasanya subdomain “blog” digunakan. Contohnya adalah blog.teknohits.com, blog.detik.com, dan sebagainya.

3. Subdomain untuk Toko Online

Website toko online juga sering menggunakan subdomain untuk membedakan halaman utama dengan halaman toko online. Contohnya adalah shop.teknohits.com, shop.zalora.co.id, dan lain sebagainya.

4. Subdomain untuk Halaman Login

Banyak website yang memiliki halaman login untuk member atau pengguna terdaftar. Untuk membedakan halaman login dengan halaman utama, biasanya subdomain “login” digunakan. Contohnya adalah login.teknohits.com, login.detik.com, dan sebagainya.

5. Subdomain untuk Halaman Khusus

Beberapa website juga menggunakan subdomain untuk halaman khusus seperti forum, galeri foto, atau halaman kontak. Contohnya adalah forum.teknohits.com, gallery.detik.com, dan sebagainya.

Manfaat Penggunaan Subdomain

Penggunaan subdomain dapat memberikan beberapa manfaat bagi sebuah website. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat kamu dapatkan:

1. Meningkatkan Keterbacaan URL

Dengan menggunakan subdomain, URL sebuah website akan menjadi lebih mudah dibaca dan dipahami oleh pengguna. Hal ini akan membuat pengguna lebih mudah untuk mengingat alamat website tersebut.

2. Memudahkan Pengelolaan Konten

Dengan menggunakan subdomain, pengelolaan konten pada website dapat dilakukan secara terpisah. Hal ini akan memudahkan pengelolaan konten dan meminimalkan kesalahan pada website.

3. Meningkatkan SEO Website

Penggunaan subdomain yang tepat dapat meningkatkan SEO website. Hal ini karena subdomain dapat digunakan untuk membedakan konten yang berbeda pada sebuah website, sehingga mesin pencari dapat lebih mudah mengindeks halaman-halaman tersebut.

4. Memudahkan Pengguna Mencari Konten

Dengan menggunakan subdomain, pengguna dapat dengan mudah menemukan konten yang mereka cari pada sebuah website. Hal ini akan membuat pengguna lebih mudah untuk menavigasi website tersebut.

Cara Membuat Subdomain

Untuk membuat subdomain, kamu perlu memiliki akses ke akun hosting dan domain yang kamu miliki. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat subdomain:

1. Login ke Panel Hosting

Login ke panel hosting yang kamu miliki. Biasanya panel hosting dapat diakses melalui alamat “www.namadomain.com/cpanel”.

2. Pilih Menu “Subdomains”

Pada panel hosting, pilih menu “Subdomains”.

3. Buat Subdomain Baru

Isi kolom “Subdomain” dengan nama subdomain yang kamu inginkan. Pilih domain utama yang ingin digunakan untuk subdomain tersebut. Klik tombol “Create” untuk membuat subdomain baru.

4. Selesai

Subdomain baru kamu sudah berhasil dibuat. Kamu dapat mengakses subdomain tersebut melalui alamat “subdomain.namadomain.com”.

Kesimpulan

Dalam penggunaan website, domain dan subdomain sangat penting untuk membedakan halaman-halaman dalam website tersebut. Dengan memahami konsep dasar penggunaan domain dan subdomain, kamu dapat membuat website yang lebih mudah dipahami dan dikelola. Penggunaan subdomain juga dapat memberikan manfaat bagi SEO website, pengelolaan konten, dan keterbacaan URL. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan subdomain dalam website kamu!

Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!

Contoh Domain dan Subdomain: Memahami Konsep Dasar Penggunaan