Contoh Passive Voice: Cara Menulis Kalimat Lebih Menarik

Apa Itu Passive Voice?

Hello Sobat Teknohits! Apakah kamu pernah mendengar tentang passive voice? Passive voice adalah salah satu gaya penulisan yang sering digunakan dalam bahasa Inggris, di mana subjek dari kalimat menjadi objek dan objek menjadi subjek. Contohnya, “The book was read by me” (Buku itu dibaca oleh saya) dibandingkan dengan “I read the book” (Saya membaca buku itu). Pada kalimat pertama, subjeknya adalah “book” dan objeknya adalah “me”, sedangkan pada kalimat kedua, subjeknya adalah “I” dan objeknya adalah “book”. Dalam kalimat pasif, subjek menjadi lebih tidak aktif dan objek menjadi lebih aktif.

Kelebihan dan Kekurangan Passive Voice

Meskipun passive voice sering digunakan dalam bahasa Inggris, penggunaannya dianggap kontroversial. Beberapa kelebihan dari penggunaan passive voice adalah:- Menekankan pada objek atau tindakan yang dilakukan pada objek, daripada pada subjek. Misalnya, “The cake was eaten by everyone” (Kue itu dimakan oleh semua orang) menekankan pada fakta bahwa kue itu habis dimakan, bukan siapa yang memakannya.- Menekankan pada kesetaraan antara berbagai objek atau pelaku. Misalnya, “The report was written by the team” (Laporan itu ditulis oleh tim) menunjukkan bahwa tim sebagai sebuah kesatuan yang menulis laporan, bukan hanya satu orang yang menulisnya.Namun, ada juga beberapa kekurangan dari penggunaan passive voice, seperti:- Kalimat menjadi lebih sulit dipahami, terutama jika terlalu banyak menggunakan kalimat pasif dalam satu teks.- Subjek menjadi tidak jelas atau hilang sama sekali, sehingga tidak diketahui siapa yang melakukan tindakan tersebut.- Kalimat pasif seringkali terdengar lebih formal atau kaku, dan kurang cocok untuk teks yang ingin disampaikan secara ringan atau santai.

Contoh Passive Voice dalam Bahasa Indonesia

Berikut adalah beberapa contoh kalimat pasif yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia:- Mobil itu diparkir di garasi oleh ayah saya.- Rumah ini dibangun pada tahun 1995.- Film itu diproduksi oleh perusahaan besar.- Buku ini ditulis oleh penulis terkenal.- Hadiah itu diberikan kepada pemenang lomba.- Kue itu dibuat oleh ibu saya.- Surat itu dikirimkan oleh pos.- Ulang tahunnya dirayakan oleh keluarga besarnya.Sebenarnya, selain menggunakan kata-kata seperti “diparkir”, “dibangun”, atau “ditulis”, kita juga bisa menggunakan kata kerja aktif seperti “ayah saya memarkir mobil”, “penulis terkenal menulis buku ini”, atau “keluarga besarnya merayakan ulang tahunnya”. Namun, penggunaan kalimat aktif atau pasif tergantung pada gaya penulisan dan tujuan dari teks tersebut.

Cara Menghindari Penggunaan Passive Voice yang Berlebihan

Jika kamu ingin menulis teks yang lebih menarik dan mudah dipahami, kamu bisa menghindari penggunaan kalimat pasif yang berlebihan dengan cara:- Menggunakan kalimat aktif, terutama jika subjeknya jelas dan tindakan yang dilakukan oleh subjek lebih penting daripada objek.- Menggunakan kata-kata yang lebih spesifik dan deskriptif, sehingga tidak perlu menggunakan kalimat pasif untuk menjelaskan suatu tindakan atau objek.- Membuat kalimat lebih pendek dan langsung ke intinya, sehingga pembaca tidak kehilangan fokus pada subjek atau objek.

Kesimpulan

Penggunaan passive voice dalam bahasa Inggris memang sering digunakan, namun penggunaannya dianggap kontroversial karena bisa membuat kalimat menjadi sulit dipahami dan terkesan formal atau kaku. Namun, jika digunakan dengan bijak, passive voice bisa membuat kalimat menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Jadi, jangan takut untuk mencoba menggunakan passive voice dalam penulisanmu, asalkan tidak berlebihan dan sesuai dengan tujuan dari teks tersebut. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya, Sobat Teknohits!

Contoh Passive Voice: Cara Menulis Kalimat Lebih Menarik